Press "Enter" to skip to content

Monitoring PMK di Pematang Panjang, Kapolsek Sijunjung Imbau Pecandu Buru Babi Tunda Aktifitas Demi Hewan Ternak Warga

Kapolsek Sijunjung AKP Usman Nurwidi bersama Bhabinkamtibmas Nagari Pematang Panjang Aipda Yuskendra, melakukan monitoring Penyakit Mulut Kaki (PMK) ternak masyarakat Nagari Pematang Panjang, pada hari Sabtu (6/8).

Didampingi Kepala Jorong Limau Sundai Burman Idrus dan Kepala Jorong Sitampuang, Herianto, Kapolsek dan anggota melaksanakan kegiatan sambang atau silaturahmi dengan masyarakat pemilik hewan ternak (kerbau dan sapi) yang terjangkit wabah PMK sekaligus mengantisipasi keselamatan ternaknya, sehubungan pada hari Minggu (7/8) akan dilaksanakan kegiatan buru babi di nagari tersebut.

Dari hasil pemantauan di lapangan, pemilik ternak Arlius Ardi di Jorong Sitampuang menginformasikan bahwa dari 59 ekor kerbau di Jorongnya hampir seluruhnya terjangkit wabah PMK, sebagian besarnya sudah bisa berjalan dalam kondisi pincang dan empat ekor kondisinya lumpuh.

Sedangkan laporan pemilik ternak Syapri yang berdomisili di Jorong Limau Sundai, kondisi tiga ekor ternak sapinya lumpuh dan mulut berbusa, sedangkan M. Huzen di Jorong Limau Sundai, menuturkan 12 ekor kerbau & 11 ekor sapi, hampir seluruh ternaknya terjangkit PMK. Kondisi ternaknya saat ini, sudah bisa berdiri namun tidak bisa menginjak permukaan yang keras dan tidak bisa berjalan jauh.

Menurut Kapolsek Sijunjung juga saudara Dedi Maskur di Jorong Limau Sundai Nagari memiliki empat ekor ternak sapi yang kini ternak sapinya dalam proses pemulihan setelah terjangkit wabah PMK tersebut.

Masyarakat peternak kerbau atau sapi, pada dasarnya tidak keberatan adanya acara “alek” buru babi. Namun pada saat ini, mereka tidak bisa mengungsikan ternak mereka ke tempat yang aman, karena kondisi ternak yang tidak bisa dihalau atau berjalan dalam jarak jauh terutama yang dalam kondisi lumpuh.

Masyarakat nagari tersebut, khawatir ternak mereka menjadi korban atau sasaran anjing yang ikut perburuan. Walaupun kepada masyarakat telah diberikan imbauan untuk tetap menjaga atau mengamankan hewan ternaknya.

Kapolsek Sijunjung juga mengimbau kepada pencandu buru babi agar menghindari lokasi dimana ada ternak sapi atau kerbau yang terdampak PMK, karena ternak tersebut tidak bisa dibawa ke kandangnya akibat ada yang lumpuh tidak sanggup berjalan. *(Herman)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *