Press "Enter" to skip to content

Operasi Bina Karuna 2019, jajaran Polres Sijunjung mulai gencar kampanyekan larangan membakar hutan dan lahan

Kapolsek Koto VII Yuliza Herman SH mengimbau masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan. Hal ini disampaikan untuk antisipasi karena mulai banyaknya kebakaran hutan dan lahan memasuki musim kemarau di beberapa wilayah di Pulau Sumatera.

“Saya mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polsek Koto VII untuk tidak membakar lahan dan hutan, karena sangat merugikan dan berbahaya,” ungkapnya, Jumat, 23 Agustus 2019.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keluarga masing-masing agar tidak terlibat pembakaran hutan dan lahan. “Karena jika terbukti membakar hutan dan lahan, maka kami dengan terpaksa harus memproses secara hukum,” tambahnya.

Dengan menjaga hutan dan lahan, ia berharap Kecamatan Koto VII terbebas dari ancaman asap dan penyakit pernafasan.

Sementara itu Kapolsek Sumpur Kudus Iptu Mulyadi SH juga mengajak masyarakat di wilayah hukumnya untuk tidak membuka lahan pertanian maupun perkebunan dengan cara membakar.

“Membuka lahan dengan cara membakar itu melanggar hukum, ancaman pidananya 15 tahun penjara dan denda 5 milyar sesuai pasal 50 (3) UU No 41 tahun 1999” ujarnya di hadapan jamaah Masjid Nurul Jannah, Nagari Silantai, Kecamatan Sumpur Kudus sebelum khatib naik mimbar shalat Jumat.

Usai mengikuti shalat Jumat di Silantai, Iptu Mulyadi dan anggotanya bertemu dengan komunitas buru babi di Nagari Manganti. Kepada komunitas tersebut, Kapolsek Sumpur Kudus juga berpesan untuk tidak membuang punting rokok secara sembarangan kala berburu di dalam hutan.

“Karena saat ini musim kemarau, perhatikan saat membuang puntung rokok di kawasan hutan. Jangan membuang puntung rokok yang masih berapi” pesan Iptu Mulyadi.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *