Press "Enter" to skip to content

Unsur Pimpinan dan Wali Nagari se Kecamatan Koto VII Koordinasi Hadapi Idul Fitri

Untuk menjalin koordinasi dalam rangka meningkatkan keamanan serta Kamtibmas di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, unsur Pimpinan Kecamatan bersama tokoh masyarakat setempat mengadakan pertemuan dan rapat koordinasi antar unsur pimpinan Kecamatan dan Nagari serta untuk menghadapi situasi dan kondisi di Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1443 H mendatang.

Rapat tersebut dihadiri Kapolsek Koto VII, AKP Alminazri, kemudian Camat Koto VII, Elko Febri Marola, dan Danramil 07 diwakili Sertu Miming serta Wali Nagari se Kecamatan Koto VII kemudian Tokoh masyarakat dan para undangan.
Dalam sambutannya, Camat Koto VII Elko Febri Marola mengatakan, dalam menyikapi apa yang terjadi seperti kebencanaan, kebakaran, bencana alam banjir, tanah longsor dan pohon tumbang, untuk itu perlu kesiap-siagaan dari masing-masing wali nagari guna percepatan dalam penanggulangan bencana yang akan dilaksanakan oleh tim BPBD dan Damkar Kabupaten Sijunjung.
Selanjutnya dengan pelaksanaan vaksinasi khususnya booster yang terus kita gelar, untuk percepatan program nasional dan pelaksanaan kegiatan masyarakat kita dalam menunaikan ibadah puasa serta dalam menyambut hari Raya Idul Fitri mendatang dan saudara-saudara kita yang akan mudik dan merayakan hari idul fitri di kampung halaman.
Maka dari itu, kita bersama-sama tokoh masyarakat dan unsur kecamatan untuk saling menjaga silaturahmi dan keamanan serta ketertiban sekarang dan akan datang.
Sementara itu, Kapolsek Koto VII AKP. Alminazri dalam sambutannya mengatakan, dalam menyikapi perkembangan situasi banyaknya aliran kepercayaan yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya di Kecamatan Koto VII, perlu pengawasan kita semua guna antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Dimohon kerja sama Walinagari, Ninik mamak dan tokoh masyarakat dalam membantu mewujudkan harkamtibmas secara bersama-sama,” harapnya.
Kemudian akhir-akhir ini meningkatnya kenakalan remaja dengan kebut-kebutan di usia masih anak-anak sekolah umur 15 tahun, untuk itu kami mohon kepada wali nagari beserta perangkat nagari memberikan himbauan kepada masyarakatnya supaya tidak ada lagi aksi kebut-kebutan sehingga akan merugikan diri sendiri dan orang lain.
“Kami telah melakukan upaya persuasif dengan mengamankan motor pelaku dan memberikan pembinaan serta memanggil orang tua serta dengan membuat pernyataan tertulis, apabila tindakan yg telah dilakukan ini tidak didukung oleh pemnag dan masyarakat hal ini nantinya akan selalu terulang kembali,” ujarnya.
“Kemudian soal kesiapan dalam menyambut hari Raya Idul Fitri 1443 H, diharapkan kepada seluruh Wali nagari untuk dapat mengarahkan warganya yang belum melaksanakan vaksinasi baik Vaksin 2 dan Vaksin 3 agar segera datang ke gerai Puskesmas,” ajaknya.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *