Press "Enter" to skip to content

Kalemdiklat Polri berikan pencerahan kepada siswa Diktukba Polri TA 2022 di SPN Polda Sumbar

Kalemdiklat Polri Komjen Pol Prof. Rycko Amelza Dahniel memberikan pengarahan dan pencerahan kepada siswa Diktukba Polri gelombang II TA. 2022 di SPN Polda Sumbar, Rabu (13/4).

Dalam awal arahannya, bahwa para siswa sudah mendapatkan pelajaran pentingnya pemimpin, serta pelajaran pentingnya mempersiapkan sumber daya manusia polri sebagai alat dan kekuatan Polri.

“Di pundak saudara-saudara sekalian harapan masyarakat, tuntutan masyarakat dan tantangan kejahatan yang sudah menggunakan teknologi akan dipertaruhkan,” katanya dihadapan siswa Diktukba Polri.

Kemudian, Kalemdiklat Polri ingin membangun kesadaran para siswa yang akan menjadi anggota Polri, dengan memberikan pertanyaan mengapa memilih menjadi polisi dan kenapa adanya polisi di dunia ini.

Lanjutnya, Komjen Pol Rycko mengatakan terdapat tiga hakiki keberadaan polisi di dunia ini, pertamanya adalah “The Guardian to Enchance” sebagai penjaga peningkatan kualitas hidup umat manusia jika seorang petugas polisi mampu menciptakan rasa aman sehingga warga dapat beraktivitas tanpa rasa takut.

“Ketika masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut sehingga meningkatkan produktivitas, kualitas kehidupannya maka sesungguhnya para polisi ini telah menjadi penjaga peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sungguh mulia tugas polisi,” terangnya.

Yang kedua katanya, adalah “The Guardian to Humanism” yakni menjaga kemanusiaan, yaitu manusia saling menjaga dan menghormati manusia yang lain.

“Jika polisi mampu membangun komunikasi antara satu individu dengan individu yang lain membangun komunikasi yang efektif, yang konstruktif saling menolong membantu, menyelesaikan permasalahan dan persoalan dengan cara-cara yang baik, kearifan lokal dan menggunakan hukum positif dalam menegakkan hukum. Ketika itulah seorang polisi sudah mampu sebagai penjaga kemanusiaan,” katanya.

Yang ketiga sambung Komjen Pol Rycko, yakni “The Guardian to Civilation”, polisi sebagai penjaga tetap lestarikan peradaban umat manusia. Hal ini jika polisi bisa meyakinkan tiap-tiap warga tentang pentingnya untuk taat terhadap berbagai aturan dan norma yang berlaku dalam kehidupan.

“Tiap warga harus paham bahwa norma peraturan perlu diperlukan dalam kehidupan, diperlukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan,” ulasnya.

Maka itu, jika seorang polisi mampu membangun rasa kepatuhan terhadap aturan, sesungguhnya dapat terjadi suatu individu yang taat kepada peraturan.

“Jika kita mampu melaksanakan ini semuanya, kerja polisi sangat mulia,” pungkasnya.

Dalam memberikan pengarahan tersebut, turut hadir Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa, rombongan dari Lemdiklat Polri, dan Pejabat Utama Polda Sumbar.(*)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *