Press "Enter" to skip to content

Mengaku Dirampok, Dua Pelaku Penggelapan Ditahan Polisi

Pelaku penggelapan, berinisial NA, 20 tahun warga Payo Tanah Garam, Lubuk Sikarah, Kota Solok dan CN, 26 tahun warga Kampung Dilam, Muaro Paneh, Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat ini ditahan di rutan Polres Sijunjung.

Kepada polisi, kedua tersangka membuat laporan polisi nomor tentang kejadian oleh empat orang laki-laki dewasa yang mereka tidak kenal.

“Mendapat laporan tersebut, Satreskrim pun mulai bergerak. Namun sebelum itu, kedua pelaku dimintai keterangan. Tapi, keterangan pelaku berbeda-beda dan ada kecurigaan laporan mereka tidak benar,” ujar Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Abdul Kadir Jailani, pada awak media, Selasa (26/10/2021).

Peristiwa itu berawal pada Senin, 25 Oktober 2021 sekitar jam 22.00 WIB Tim Opsnal Satreskrim Polres Sijunjung mendapat telepon dari piket Polsek IV Nagari, bahwa telah datang dua orang laki-laki dewasa ke Polsek IV Nagari yang bekerja sebagai karyawan di sebuah toko di Pasar Raya Solok.

Tujuan mereka ke Sijunjung untuk mengantarkan barang- barang pesanan ke Sijunjung milik bos mereka dan melaporkan bahwa pada hari tersebut mereka telah menjadi korban perampokan/pembegalan oleh empat orang laki-laki dewasa yang tidak mereka kenal yang mengendarai dua unit sepeda motor di jalan umum Jorong Sikaladi ke Nagari Kandang Baru.

Atas kejadian tersebut pelaku mengaku mengalami kerugian uang tunai lebih kurang Rp42.000.000,- dan satu unit ponsel.

Setelah dilakukan pengecekan TKP, tim menemukan banyak sekali kejanggalan dan ketidakcocokan antara keterangan dari pelaku tersebut dengan fakta-fakta yang terjadi di lapangan.

“Dengan adanya kejanggalan di TKP tersebut, tim opsnal melakukan interogasi ulang kepada para pelaku, mengejar alibi korban apakah sesuai dengan fakta yang ditemukan oleh tim di TKP, dari keterangan yang diberikan NA dan CN sebagai korban perampokan/pembegalan tersebut terdapat banyak hal-hal yang bertolak belakang, kejanggalan serta tidak sinkronnya keterangan antara kedua orang korban atau keterangan yang berbeda-beda dan berubah-ubah,” sambungnya.

Mendapati hal tersebut, tim berkeyakinan bahwa kedua orang yang mengaku sebagai korban perampokan/pembegalan tersebut berupaya untuk menyembunyikan sesuatu hal, serta adanya kejadian lain yang terjadi terhadap kedua orang tersebut yang belum diungkap oleh mereka.

“Pada saat dilakukan interogasi mendalam terhadap dua orang tersebut, barulah mereka mengakui bahwa kejadian perampokan/ pembegalan yang mereka laporkan, tidak pernah terjadi,” tegasnya.

“Mereka berdua sengaja mengarang cerita perampokan dan pembegalan dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada bos tempat mereka bekerja dan datang ke Mapolsek IV Nagari melaporkan kejadian tersebut, padahal mereka telah berniat untuk menguasai atau mengambil keseluruhan uang milik bos tempat mereka bekerja,” tambahnya.

Dari pengakuan tersangka, diketahui bahwa uang hasil mengampas barang-barang harian, pesanan beberapa Toko di Kabupaten Sijunjung yang dipesan kepada bos mereka yang berada di Kota Solok, mereka simpan di dua tempat berbeda, apabila laporan mereka mengenai perampokan/pembegalan tersebut berhasil, maka uang yang mereka simpan di dua tempat berbeda tersebut mereka ambil kembali dan mereka miliki.

Selanjutnya pada jam 23.30 WIB, anggota bergerak kelokasi pertama tempat uang tersebut disembunyikan, yang berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera depan Kantor Camat Kupitan, mereka menyembunyikan uang tersebut di semak-semak dekat pohon di tepi jalan lintas tersebut.

Di lokasi tersebut, anggota menemukan satu buah plastik warna hitam yang didalamnya berisi uang tunai, dan satu unit telepon genggam. Kemudian anggota meminta untuk menunjukan lokasi kedua tempat mereka menyimpan uang yang mereka sembunyikan.

“Lokasi kedua tempat uang tersebut mereka sembunyikan berada di depan toko tempat mereka menurunkan barang pesanan toko tersebut, yang berlokasi di Jorong Koran, Nagari Pamatang Panjang, di lokasi tersebut anggota menemukan lagi satu buah plastik warna hitam yang didalamnya berisi uang tunai,” ulas Kasatreskrim.

Dengan ditemukannya barang bukti tersebut, serta pengakuan dari dua orang laki-laki tersebut, selanjutnya tim membawa kedua orang tersebut ke Polres Sijunjung untuk dilakukan proses selanjutnya. *(ius)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *